SELVIONER TASMAN NBP. 1201383037; " />
Detail Cantuman Kembali

XML

Teknik Perbanyakan Vegetatif Stek Pucuk Pada Tanaman Kejibeling (Strobilanthes crispus L.) di Unit Pelaksana Teknis Dinas BBI TPPH Lubuk Minturun Padang


Kejibeling merupakan salah satu tanaman yang biasa ditanam masyarakat sebagai tanaman pagar dan dapat hidup di seluruh wilayah Indonesia. Selain sebagai tanaman pagar, tanaman kejibeling dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Tanaman kejibeling mengandung beberapa zat gizi yang berkhasiat mengobati beberapa penyakit, seperti batu ginjal, diabetes mellitus, maag dan sebagai laksatif (mengatasi sembelit).rnKandungan yang terdapat pada tanaman kejibeling antara lain : kalium, natrium, kalsium, asam silikat, alkaloida, saponin, flavonoida, dan polilenei. Kalium berfungsi melancarkan air seni serta mengahancurkan batu dalam empedu, ginjal dan kantung kemih. Natrium berfungsi meningkatkan cairan ekstraseluler yang menyebabkan peningkatan volume darah. Kalsium berfungsi sebagai katalisator berbagai proses biologi dalam tubuh dan mempertahankan fungsi membran sel. Sedangkan silikat berfungsi mengikat senyawa-senyawa non-polar lainnya. Kandungan kimia yang baik bagi kesehatan tersebut menjadikan kejibeling sebagai salah satu tanaman yang layak dibudidayakan, namun tidak banyak yang melakukan perbanyakan sehingga sulit untuk memenuhi permintaan dalam jumlah yang banyakrnSalah satu upaya untuk mendapatkan tanaman kejibeling dalam jumlah banyak yaitu dengan cara perbanyakan vegetatif. Perbanyakan vegetatif yang digunakan adalah perbanyakan stek, sedangkan bagian tanaman yang digunakan salah satunya bagian pucuk. Stek pucuk merupakan teknik perbanyakan vegatatif yang biasa digunakan pada tanaman kejibeling. Perbanyakan dengan cara stek merupakan penumbuhan potongan atau bagian tanaman seperti akar, batang, atau pucuk. Stek dapat dibedakan menurut bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan perbanyakan. Stek akar misalnya pada jambu biji, albezzia, dan aesculus. Stek batang pada tanaman rhizhome, tuber, softwood, dan intermediette. Dan stek pucuk pada tanaman obat kejibeling.rnMetode pelaksanaan perbanyakan kejibeling yang dilaksanakan pada Pengalaman Kerja Praktek Mahasisswa 2014-2015 di Unit Pelaksana Dinas BBI TPPH Lubuk Minturun. Perlakuan stek pucuk yang digunakan adalah panjang stek 10 cm, 15 cm, dan 20 cm dengan masing-masing perlakuan menggunakan 5 sampel.Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan panjang stek pucuk yang paling optimal adalah 15 cm karena pada bagian ini sel tanaman telah berdeferensiasi dengan sempurna. Sel tanaman pada panjang stek 10 cm merupakan daerah muda yang sulit berdeferensiasi karena belum bekerja secara optimal, sementara pada panjang stek 20 cm merupakan daerah sel tua yang sudah mampu berdeferensiasi namun membutuhkan waktu yang lama.
NONE
Laporan Tugas Akhir
Indonesia
2015
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
SELVIONER TASMAN NBP. 1201383037. (2015).Teknik Perbanyakan Vegetatif Stek Pucuk Pada Tanaman Kejibeling (Strobilanthes crispus L.) di Unit Pelaksana Teknis Dinas BBI TPPH Lubuk Minturun Padang.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd