<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14485">
<titleInfo>
<title>UPAYA PENINGKATAN HASILKEDELAI (Glycine max L.)DENGAN SISTEM TANPA OLAH TANAH PADA LAHANSAWAH  DI DESA SUMBEREJOSUMATERA UTARA</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NUR ABSYAH TARIGAN NBP. 1201321019</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>rnKedelai (Glycine max L.) rnadalah komoditas tanaman panganrnyang penting di Indonesia sebagairnsumber utama protein nabati. Kedelairnsebagai tanaman pangan posisinyarnmenduduki tempat ketiga setelahrnpadi dan jagung, yang kebutuhannyarnterus meningkat dari tahun ke tahunrnseiring dengan pertumbuhanrnpenduduk.    Kedelai merupakan tanaman legum yang kaya proteinrnnabati, karbohidrat dan lemak.  Bijirnkedelai juga mengandung fosfor,rnbesi, kalsium, vitamin B denganrnkomposisi asam amino lengkap,rnsehingga potensial untukrnpertumbuhan tubuh manusia. rnData BPS (2007) dalam AriefrnFadriansyah (2013) menyebutkanrnkebutuhan kedelai dalam negerirnkurang lebih mencapai 2 jutarnton/tahun, dimana produksi dalamrnnegeri tahun 2007 baru mencapairn608.263 ton.  Produksi kedelairnNasional dalam 8 tahun terakhir darirntahun 2000 sampai 2007 ternyatarnmengalami penurunan rata-rata rnsebesar 7,20 %. rnPenulisan tugas akhir inirndilakukan dengan tujuan untukrnmengetahui perbandingan hasilrnproduksi antara sistem tanpa olahrntanah dan olah tanah sempurna dirnlahan sawah pada tanaman kedelai. rnLaporan tugas akhir ini ditulisrnberdasarkan hasil pengalaman kerjarnpraktek mahasiswa yangrndilaksanakan pada bulan Maretrnsampai dengan bulan Juni 2015 dirnDesa Sumberejo, Kecamatan Pagarrnmerbau, Kabupaten Deli serdang,rnPropinsi Sumatera utara.  Penulisanrnlaporan tugas akhir ini menggunakanrnmetode membandingkan duarnperlakuan yaitu antara sistem tanparnolah tanah dengan sistem olah tanahrnsempurna yang dianalisis dengan ujirnt pada taraf 5% dan 1%. rnHasil produksi kedelairnberdasarkan komponen hasil padarnsistem tanpa olah tanah mencapairn205 kg, sedangkan pada sistem olahrntanah sempurna hanya mencapai 165rnkg.  Hasil produksi kedelai diatasrnmenunjukkan bahwa poduksi kedelairnpada sistem tanpa olah tanah lebihrntinggi dibandingkan dengan sistemrnolah tanah sempurna.  Namun,</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>14485</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>