Detail Cantuman Kembali
APLIKASI KOMPOS ECENG GONDOK (Eichornia Crassipes) UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI BUAH SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard)
Semangka (Citrullus vulgaris Schard.) termasuk salah satu jenis tanaman buah semusim yang berasal dari Afrika bagian selatan, berkembang disepanjang aliran sungai nil, selanjutnya dibawa ke wilayah Timur Tengah, India dan Cina dan saat ini telah menyebar keseluruh dunia, baik daerah tropis maupun subtropis. Di Indonesia sendiri, tanaman semangka banyak dikembangkan secara komersial diantaranya di Indramayu dan Cirebon (setelah panen padi), Madiun, Klaten, Madura, Malang, serta Lombok (Sunarjono, 2006). Daya tarik budidaya semangka bagi petani terletak pada nilai ekonomisnya yang tinggi karena hampir semua lapisan masyarakat menyukai buah semangka. Teknologi yang di gunakan pada Proyek Usaha Mandiri ini adalah kompos eceng gondok yang mengandung unsur N 1,46 %, P 0,84 % dan K 13 %. Selain N, P dan K, unsur hara lain yang terkandung di dalam kompos eceng gondok adalah SiO2, Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Kalium (K), Natrium (Na), Mangan (Mn) dan sebagainya (Sondang dan Anty, 2005). Penggunaan pupuk buatan secara terus menerus pada suatu lahan tanpa pemberian pupuk organik akan menyebabkan lahan menjadi kritis. Hal ini akan menghambat aktivitas mikroorganisme dalam tanah sehingga menurunkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Salah satu cara untuk mengembalikan kondisi kesuburan tanah seperti semula adalah dengan memberikan pupuk kompos eceng gondok. Proyek usaha mandiri ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September - Desember 2014 dengan luas lahan 150 m2. Alat dan bahan yang digunakan adalah cangkul, koret, parang, garu, ember, gembor, gunting, meteran, pisau, sabit, dan hand sprayer, benih semangka, kotoran ayam, tanaman eceng gondok (Eichornia crassipes), sekam bakar, dedak, karung, terpal hitam, polibag, air, tali raffia, MPHP, Ilalang, EM-4, Trichoderma sp, pupuk Urea, SP-36, KCL dan pestisida (Decis), dan Metil eugenol. Pada Proyek Usaha Mandiri mulai dari pengolahan tanah sampai panen membutuhkan biaya sebesar Rp. 791.900, dengan jumlah produksi 135.25 kg dengan harga jual Rp. 4000/kg. Dari hasil produksi diperoleh penerimaan total (TR) Rp. 541.000. Proyek Usaha Mandiri ini mengalami kerugian sebesar Rp. 250.900, dengan hasil tersebut R/C yang didapat adalah 0,68 dan profitabilitasnya -31,68 %. Berdasarkan data ini maka Proyek Usaha Mandiri dengan teknologi Aplikasi kompos eceng gondok untuk mengoptimalkan produksi buah semangka mengalami kerugian dan tidak layak untuk diusahakan dan di kembangkan. Kata Kunci : Semangka, Kompos, Eceng Gondok.
RISKI HASIANANDA HARAHAP BP. 1201381001 - Personal Name
NONE
Proyek Usaha Mandiri
Indonesia
2015
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
RISKI HASIANANDA HARAHAP BP. 1201381001. (2015).APLIKASI KOMPOS ECENG GONDOK (Eichornia Crassipes) UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI BUAH SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






