Detail Cantuman Kembali
BUDIDAYA DAN PROSES PENGOLAHAN BENIH CABE MERAH HIBRIDA VARIETAS LADO ( Capsicum annum L ) DI PT. EAST WEST SEED INDONESIA PURWA KARTA JAWA BARAT
Benih adalah biji tanaman yang tumbuh menjadi tanaman muda ( bibit ), kemudian dewasa dan menghasilkan bunga atau polong, lalu menghasilkan biji kembali. Mutu benih yang bersifat kualitatif memegang peranan penting dalam peningkatan produksi pertanian. Dengan demikian, sudah sepatutnya program pengendalian mutu benih secara terpadu harus ditingkatkan pada program pengadaan benih nasional. Rendahnya volume peredaran benih bersertifikat merupakan cerminan efektifitas sistem pengendalian mutu benih di Indonesia, di samping masih lemahnya kesadaran dan daya serap petani terhadap benih bermutu.rnPenggunaan benih bermutu pada tanaman cabe merah merupakan potensi yang perlu dikembangkan. Berbagai varietas unggul telah dianjurkan untuk tanaman cabe dan perbanyakan untuk peningkatan produksi cabe mengigat cabe merupakan tanaman penting dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat.rnManfaat cabe selain sebagai penyedap masakan, cabe juga mengandung zat – zat yang sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. Cabe mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium ( Ca ), fosfor ( P), besi ( Fe ), vitamin – vitamin dan mengandung senyawa – senyawa alkaloid, seperti capsaicin, flavenoid, dan minyak esensial. Cabe telah lama diyakini berkasiat bagi kesehatan. Konon cabe telah biasa digunakan sebagai bahan obat tradisional oleh suku Indian dan Amerika.rnPT. EAST WEST SEED INDONESIA ( EWSI ) adalah perusahaan pertanian yang bergerak di bidang pertanian sayuran yang kantornya terletak di Purwakarta Jawa Barat, dengan nama dangang ”Cap Panah Merah ” perusahan ini bertujuan untuk menghasilkan varietas – varietas terbaik khusunya untuk petani Indonesia sehingga petani bisa mendapatkan hasil panen yang lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik dengan demikian pendapatan petani diharapkan akan meningkat.rnProduksi benih unggul / bersertifikat diperlukan beberapa tahap mulai dari pengawasan lapangan seperti isolasi, roguing, pengujian laboratorium dan proses pengolahan.rnLahan untuk produksi diisolasi jarak minimal 200 meter dan sudah sesuai dengan standar ISTA. Pengolahan tanah dilakukan sebanyak dua kali, pengolahan lahan pertama dilakukan dengan bajak bertujuan untuk membalikkan tanah agar benih gulmarnLaporan Tugas Akhir Budidaya viii Tanaman Panganrnyang masih dalam keadaan dormansi dan patogen di dalam tanah mati, setelah pengolahan lahan pertama maka dilakukan pengolahan lahan yang kedua dengan cangkul, tujuan pengolahan lahan yang kedua adalah membuang rumput dan meratakan tanah.rnPrinsip hibridisasi adalah mengawinkan tanaman jantan dengan tanaman betina yang sudah jelas identitasnya (keduanya galur murni). Hibridisasi dilakukan pada bunga betina yang fertil ( bunga betina yang mandul ). Polinasi untuk cabe keriting dilakukan pada bunga yang mekar dan putiknya lebih panjang dari benangsari. Polinasi dilakukan pada jam 07.00 - 11.00 dan 13.30 - 16.00, dengan cara menempelkan polen dari tanaman jantan ke kepala putik bunga tanaman betina yang sudah mekar, dimulai dari buku ke-4, dilakukan selama 30 hari dan dapat diperpanjang jika memungkinkan, setelah masa polinasi selesai, tanaman jantan langsung dibongkar.rnPenentuan saat panen yang tepat sangat berpengaruh terhadap mutu benih. Panen dilakukan pada buah-buah cabe yang merah penuh atau kira-kira mulai umur 107 hari setelah semai. Panen dilakukan dengan cara mengambil buah-buah seperti tersebut di atas dan dikumpulkan, setelah panen maka akan dilakukan ekstraksi.rnRoguing adalah seleksi dan membuang tanaman lain yang tidak sesuai dengan diskripsi, yang bertujuan untuk mempertahankan kemurnian genetik. Roguing dilakukan dua kali yaitu pada saat fase vegetatif dan fase generatif, dari hasil pengamatan untuk kedua fase diketahui bahwa tipe simpang ( yang tidak sesuia dengan deskipsi varietas lado ) < 1 %rnDari hasil pengujian laboratorium diketahui bahwa mutu benih cabe hibrida varietas lado sangat baik karena kadar airnya 7,4 %, daya kecambah 99 %, kemurnian fisik 99 % dan bobot 1000 butir 5,6 gr. Standar mutu adalah standar yang ditetapkan untuk menentukan kualitas benih.rnPengemasan benih perlu untuk memudahkan penyaluran benih. Ukuran pengemasan disesuaikan dengan kebutuhan, bahan pengemas yang digunakan adalah almuniun foil, yang kedap udara sehingga dapat mempertahankan kadar air benih.rnPemasaran dilakukan dengan mengirim barang ke gudang stokpoin, dan stokpoin yang akan mengecer kepada penangkar dan pengecer.
Eva Masrita Sitepu Bp. 05013005 - Personal Name
NONE
Laporan Tugas Akhir
Indonesia
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
Eva Masrita Sitepu Bp. 05013005. ().BUDIDAYA DAN PROSES PENGOLAHAN BENIH CABE MERAH HIBRIDA VARIETAS LADO ( Capsicum annum L ) DI PT. EAST WEST SEED INDONESIA PURWA KARTA JAWA BARAT.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






