Detail Cantuman Kembali
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA AYAM PETELUR (Gallus gallus) DI NAGARI SUNGAI BERINGIN
Ayam petelur merupakan ayam hasil perbaikan genetik yang menggunakan teknologi sehingga dihasilkan ayam yang berproduksi khusus menghasilkan telur. Tingginya konsumsi telur dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan pembudidayaan ayam petelur sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ektoparasit yang hidup di tubuh ayam dapat menimbulkan dampak iritasi, kegatalan, peradangan, kudisan, myasis atau berbagai bentuk reaksi alergi dan sejenisnya. Infeksi ektoparasit yang sudah cukup parah dapat mempengaruhi konsumsi pakan dan dapat mengakibatkan penurunan produksi telur, bobot badan dan stres pada ayam. Penanggulangan ektoparasit yang dapat dilakukan dengan pemberian obat anti ektoparsit seperti permetrhin dengan dosis 1:2, yaitu 1 ml obat dan 2 liter air dengan cara pengaplikasian disemprotkan ke seluruh kandang.
Kegiatan Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai Desember 2025. Pengambilan sampel dilakukan di Nagari Sungai Beringin dan sampel yang diambil sebanyak 50 sampel dan identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Tujuan dilakukan PUM ini yaitu untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ayam petelur di Nagarai Sungai Beringin dan juga prevalensi sebaran ektoparasit tersebut, metode yang digunakan pada PUM ini, dimulai dari pengambilan sampel ektoparasit pada ayam petelur lalu dimasukan ke dalam botol spesimen berisi alkohol 70%, lalu dilanjutkan prendaman sampel dengan menggunakan alkohol 80%, 90%, dan 96% selama 15 menit. Selanjutnya sampel direndam minyak cengkeh selama satu minggu, kemudian identifikasi dengan menggunakan mikroskop dan catat hasil pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan ektoparasit pada ayam petelur di Nagari Sungai Beringin didapatkan. Prevalensi ayam petelur yang terinfeksi ektoparasit adalah 28% ektoparasit yang menyerang ayam petelur ada dua jenis yaitu tungau dengan prevalensi 26%, dan kutu 2% dari 50 sampel yang diperiksa.
Kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan PUM ini ditemukannya ektoparasit jenis tungau dan kutu pada pemeriksaan sampel yang diambil pada Nagari Sungai Beringin dengan keseluruhan prevalensi 28% yang tergolong sedang.
AHMAD MUJAHID SIAGIAN - Personal Name
NONE
PUM
Paramedik Veteriner
2026
Payakumbuh
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
AHMAD MUJAHID SIAGIAN. (2026).IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA AYAM PETELUR (Gallus gallus) DI NAGARI SUNGAI BERINGIN.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






