LISA GUSNIATI; " />
Detail Cantuman Kembali

XML

PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI CACING SALURAN PENCERNAAN PADA KERBAU PENGGILING TEBU DI JORONG ANDALEH KECAMATAN MATUR


Kerbau adalah salah satu ternak yang potensial untuk dikembangkan, karena kerbau memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ternak ruminansia lainnya, yaitu mampu hidup pada kawasan yang relatif sulit terutama bila pakan yang tersedia rendah. Masyarakat di Jorong Andaleh Kecamatan Matur banyak yang memelihara kerbau sebagai hewan ternak penghasil daging dan tenaga kerja seperti menggiling tebu, karena mayoritas masyarakat disana berprofesi sebagai pembuat gula merah dari tebu. Sistem pemeliharaan yang digunakan oleh peternak adalah sistem ekstensif dan semi-intensif, dimana pada pagi hari kerbau digembalakan di padang rumput yang dekat dengan sumber air atau genangan air dan pada sore hari kerbau dikandangkan kembali. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi kecacingan pada ternak.

Parasit cacing saluran pencernaan merupakan masalah utama penyebab gangguan kesehatan pada ternak dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi para peternak, karena dapat menurunkan produktifitas ternak sehingga memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya. Gejala umum dari hewan yang terinfeksi cacing antara lain badan lemah, bulu kusam, gangguan pertumbuhan yang berlangsung lama dan pada kasus akut dapat menyebabkan anemia bahkan kematian jika tidak cepat ditangani. Tujuan dari pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri ini untuk mengetahui prevalensi dan identifikasi cacing saluran pencernaan yang terdapat pada feses kerbau penggiling tebu di Jorong Andaleh Kecamatan Matur.

Pelaksanaan pengambilan sampel dilakukan di Jorong Andaleh Kecamatan Matur dengan jumlah sampel sebanyak 50 sampel. Sampel yang digunakan berupa feses kerbau penggiling tebu. Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan menggunakan metode Apung dan Parfitt and Banks.

Hasil pemeriksaan ditemukan 16 dari 50 sampel feses kerbau penggiling tebu di Jorong Andaleh Kecamatan Matur dinyatakan positif terinfeksi cacing saluran pencernaan, dengan nilai prevalensi telur cacing sebesar 32%. Telur cacing yang ditemukan berasal dari kelas Nematoda sebesar 12,50% dan Trematoda sebesar 87,50%. Jenis telur cacing yang ditemukan adalah Bunostomum sp. 6,25% (1/16), Trichostrongylus sp. 6,25% (1/16), Paramphistomum spp. 62,50% (10/16) dan Fasciola sp. 25,00% (4/16).
LISA GUSNIATI - Personal Name
NONE
PUM
Paramedik Veteriner
2025
Payakumbuh
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
LISA GUSNIATI. (2025).PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI CACING SALURAN PENCERNAAN PADA KERBAU PENGGILING TEBU DI JORONG ANDALEH KECAMATAN MATUR.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd