Detail Cantuman Kembali
ANALISIS SENSORI NORI ARTIFISIAL DENGAN PENAMBAHAN DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS l.)
Nori adalah salah satu produk olahan rumput laut yang diimpor olch Indonesia yang terbuat dari rumput laut Porphyra yang dikeringkan. Nori dapat diaplikasikan ke berbagai jenis makanan sebagai pembungkus makanan (wrappers), taburan dan penyedap (toppings dan seasoning), camilan dan olahan kreatif dan bahan dasar masakan vegetarian/vegan. Nori komersial umumnya memiliki warna hijau gelap yang khas, yang berasal dari jenis rumput laut tertentu yang kaya akan pigmen klorofil. Namun, penggunaan jenis rumput laut lain, khususnya rumput laut kering yang banyak beredar di pasaran, sering menghasilkan produk nori dengan warna putih kekuningan akibat rendahnya kandungan pigmen hijau. Oleh karena itu, diperlukan penambahan bahan pangan fungsional yang berperan sebagai pewarna alami untuk meningkatkan intensitas warna hijau pada nori yaitu daun katuk (Sauropus androgynus L.) yang merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang berpotensi digunakan sebagai sumber pewarna alami karena mengandung klorofil dan senyawa bioaktif lainnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini adalah mendapatkan perlakuan terbaik pada penambahan puree daun katuk dalam pembuatan nori artifisial dan mengetahui angka kecukupan gizi serta menghitung analisa finansial sebagai dasar untuk melihat kelayakan usaha.
Analisis sensori yang diginakan pada produk ini adalah uji hedonik dengan skala 1-5. Berdasarkan hasil analisis sensori didapatkan perlakuan terbaik yaitu pada penambahan puree daun katuk 24% yang dilakukan dari 30 orang panelis dengan nilai pada warna 4,17 (agak suka), rasa 3,47 (netral), aroma 3,87 (agak suka), tekstur 3,80 (agak suka) dan kenampakan 3,98 (agak suka).
Angka kecukupan gizi untuk nori artificial daun katuk per bungkus (3g) berdasarkan kebutuhan diet 2150 Kkal yaitu energi total sebesar 12,57 Kkal, untuk protein dengan berat 0,61g adalah 1,14% dari kebutuhan sehari. Untuk lemak dengan berat 0,15g adalah 0,26% dari kebutuhan sehari. Sedangkan untuk karbohidrat dengan berat 2,19g adalah 0,63% dari kebutuhan sehari.
Produksi yang dilakukan selama 7 periode didapatkan R/C ratio sebesar 1,43, BEP harga Rp.4.200,4 dan BEP produk yaitu 6,30 kemasan. Sehingga dapat diartikan usaha nori artificial daun katuk dikatakan layak untuk dijalankan.
TEKNOLOGI PANGAN - Personal Name
NONE
PUM
TEKNOLOGI PANGAN
2026
Payakumbuh
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
TEKNOLOGI PANGAN. (2026).ANALISIS SENSORI NORI ARTIFISIAL DENGAN PENAMBAHAN DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS l.).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






