Detail Cantuman Kembali
ANALISIS SENSORI BAKSO GORENG DENGAN PENAMBAHAN JANTUNG PISANG (Musa paradisiaca)
Proyek Usaha Mandiri (PUM) merupakan mata kuliah semester V pada Program Studi Teknologi Pangan yang bertujuan menerapkan seluruh ilmu yang telah dipelajari melalui kegiatan inovasi produk pangan. Salah satu contoh teknologi pengolahan hasil tanaman pangan adalah bakso. Bakso merupakan produk olahan daging berbentuk bulatan yang dibuat dari campuran daging giling (biasanya sapi, ayam, atau ikan), tepung tapioka, garam, bumbu, dan bahan tambahan lain yang diizinkan. Dalam proyek ini dilakukan pembuatan bakso goreng dengan penambahan jantung pisang (Musa paradisiaca), juga dilakukan penambahan bahan modifikasi seperti bawang goreng (bawang merah), baking prowder, kaldu ayam dan minyak goreng untuk memperbaiki rasa dan kenampakan dari bakso yang dihasilkan. sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan nilai gizi, khususnya kadar serat. Formulasi bakso goreng dengan penambahan jantung pisang dibuat dalam tiga perlakuan, yaitu perlakuan 10%, 15% dan 20%. Kegiatan PUM bertujuan untuk memanfaatkan jantung pisang dalam pembuatan bakso goreng, mendapatkan formulasi penambahan jantung pisang dalam pembuatan bakso goreng, mengetahui nilai angka kecukupan gizi bakso goreng jantung pisang dan mengetahui kelayakan penambahan jantung pisang dalam pembuatan bakso goreng.
Bahan yang digunakan untuk membuat bakso goreng dengan penambahan jantung pisang yaitu daging ayam, jantung pisang, tepung tapioka, putih telur, bawang putih, bawang merah, garam, lada bubuk, kaldu ayam, minyak goreng, es batu dan baking powder. Proses pengolahan yang dilakukan yaitu persiapan bahan, pencampuran, pembentukan, perebusan, penirisan dan pendinginan, pemotongan, penggorengan, penirisan dan pendinginan serta pengemasan dan pelabelan.
Pengujian tingkat kesukaan dilakukan melalui uji hedonik menggunakan 30 panelis tidak terlatih dengan lima parameter penilaian, yaitu kenampakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur. Dari hasil analisis sensori didapatkan hasil perlakuan terbaik yaitu penambahan jantung pisang B (15%) merupakan formulasi terbaik dengan nilai rata-rata rasa sebesar 4,30, warna 3,90, aroma 4,03, tekstur 3,73, dan kenampakan 3,93. Berdasarkan perhitungan AKG per kemasan (44 g), produk ini mengandung energi 124,03 Kkal dengan lemak 19,73%, protein 5,06%, dan karbohidrat 1,82%. Dari hasil analisis finansial, diperoleh total biaya produksi rata-rata sebesar Rp.198.732 dengan R/C ratio 1,63, BEP harga Rp.3.057, dan BEP produk 39 kemasan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha bakso goreng dengan penambahan jantung pisang layak dijalankan karena R/C ratio > 1.
LISDA HAYATI - Personal Name
NONE
PUM
TEKNOLOGI PANGAN
2026
Payakumbuh
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
LISDA HAYATI. (2026).ANALISIS SENSORI BAKSO GORENG DENGAN PENAMBAHAN JANTUNG PISANG (Musa paradisiaca).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






