Detail Cantuman Kembali
ANALISIS SENSORI TAHU BAKSO LELE DENGAN PENAMBAHAN KOLANG KALING (Arenga pinnata)
Proyek Usaha Mandiri (PUM) merupakan suatu kegiatan yang berorientasi untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. PUM dilaksanakan untuk melatih kemandirian dan jiwa wirausaha serta menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai tambah dan nilai jual yang tinggi dengan memanfaatkan hasil pertanian. Tujuan dari PUM ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang tepat pada pengolahan tahu bakso lele dengan penambahan kolang-kaling melalui analisis sensori, angka kecukupan gizi (AKG), dan menentukan kelayakan usaha tahu bakso lele dengan penambahan kolang-kaling melalui metode analisis finansial.
Tahu bakso merupakan produk pangan yang terbuat dari tahu sebagai bahan dasarnya dengan isian adonan bakso melalui proses pengukusan. Formulasi tahu bakso terdiri dari bahan dasar tahu, daging lele, tepung terigu, tepung tapioka, daun bawang, telur, merica, garam, es batu, cabe, bawang putih dan kolang-kaling. Proses pengolahan tahu bakso lele dengan penambahan kolang-kaling menggunakan tiga perlakuan berbeda yaitu 10%, 30%, dan 50%. Pada tahapan pengolahan tahu bakso lele meliputi persiapan bahan, penggilingan, pencampuran, pengisian, pengukusan, pengemasan dan pelabelan.
Tempat dan waktu pelaksanaan di laboratorium pengolahan dan pasca panen, laboratorium uji analisa mutu Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September 2025 sampai Januari 2026. Analisis Sensori yang dilakukan pada produk adalah uji hedonik. Berdasarkan hasil pengujian organoleptik perlakuan terbaik penambahan kolang-kaling yaitu 30%, dimana rata-rata kesukaan panelis pada rasa 4,30 (agak suka), aroma 4,67 (agak suka), warna 4,40 (agak suka), tekstur 4,40 (agak suka) dan keseluruhan 4,43 (agak suka). Sedangkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahu bakso lele dengan penambahan kolang-kaling per kemasan (105g). Untuk kebutuhan diet 2150 Kkal diperoleh energi total sebesar 257,84 Kkal, protein 50,71g (14,62%), lemak 27,37g (2,94%), dan karbohidrat 179,76g (13,93%). Dari 7 periode produksi didapatkan R/C ratio sebesar 1,20 dan harga jual Rp6000,- per kemasan. Sedangkan BEP Produk 30,75 dengan rata-rata produksi 37 kemasan, dan rata-rata keuntungan yang diperoleh Rp38.354,55. Sehingga dapat diartikan usaha tahu bakso lele dengan penambahan kolang-kaling dinyatakan layak untuk dijalankan.
MIFTAHUL HUDA - Personal Name
NONE
PUM
TEKNOLOGI PANGAN
2026
Payakumbuh
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
MIFTAHUL HUDA. (2026).ANALISIS SENSORI TAHU BAKSO LELE DENGAN PENAMBAHAN KOLANG KALING (Arenga pinnata).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






